Gigih
Pada perebutan medali emas bola basket olimpiade yang lalu, Amerka Serikat keluar sebagai juara. Namun tim yang dipuji adalah Spanyol bukan Amerika. Spanyol dipuji karena mereka telah menunjukkan sebuah permainan yang memukau, meski mereka tanpa bintang besar seperti para pemain Amerika, mereka tidak pernah gentar. Mereka berjuang tanpa kenal lelah. Para pemain Spanyol menunjukkan sikap tidak mau menyerah sebelum semuanya berakhir.
Semangat para pemain Spanyol itu mengingatkan kita kepada tim bulutangkis putri Indonesia ketika bertanding dalam perebutan piala Uber. Mereka bukanlah tim yang diunggulkan, secara materi pemain, mereka jauh dibawah yang lain. Namun semangat tidak mau menyerah yang dipompakan Susi Susanti, sungguh membuahkan hasil. Selama pertandingan belum dimulai-dan belum berakhir, peluang masih sama. Perbedaan peringkat bukanlah penghadang. Hasilnya mereka meraih medali perak, suatu raihan yang diluar perkiraanbanyakorang.
Gigih. Itulah sedikit gambaran mengenaisemangat mereka. Gigih adalah sikap tidak mau menyerah untuk memperoleh sesuatu yang diinginkan. Sikap gigih ini mesti meresapi seluruh kehidupan manusia, juga dalamhubungannya dengan Tuhan. Semangat yang gigih muncul ketika seseorang tahu apa yang ia inginkan. Sekali lagi, juga kaitannya dengan Tuhan.
Apakah yang kita inginkan dari Tuhan? Seberapa gigih kita memperjuangkannya? Belajar tentang kegigihan, kita bisa meniru Bartimeus. Pengemis buta yang dengan gigih memperjuangkan keinginannya kepada Tuhan.
Dia memiliki keinginan yang kuat, yaitu kesembuhan. Ketika mendengar Yesus lewat ia berseru-seru agar diperhatikan. Waktu itu ada banyak orang ada di sekitar Yesus (waktu itu Yesus sangat terkenal, maka di mana pun Ia berada, senantiasa dikelilingi banyak orang). Tentu kehadiranseorang pengemis yang berteriak-teriak menggangu kenyamanan mereka.
Mereka meminta agar Bartimeus tidak berteriak-teriak, namun semakin dilarang pengemis buta ini semakin keras berteriak. Pada akhirnya Yesus mendengar seruannya. Ia meminta agar orang buta itu dibawa kepada-Nya.
Setelah bersua, Yesus bertanya apa yang diinginkan oleh Bartimeus. Dengan tegas pengemis buta itu mengungkapkan keinginannya. “Saya ingin dapat melihat”. Yesus mengabulkan permohonan pengemis buta tersebut.
Bartimeus gembira bukan kepalang. Setelah permintaannya dikabulkan,setelah ia mampu melihat lagi, ia langsung mengucap syukur dan memuliakan Tuhan.
Apa yang bisa kita pelajari? Kerapkali kita tidak pernah mengetahui apa yang kita inginkan dari Tuhan. Akibatnya kita tidak bisa mengupayakannya. Bagaimana mungkin kita akan mengupayakan sesuatu jika kita tidak tahu apa yang kita inginkan. Maka hal pertama yang mesti kita miliki adalah tahu apa yang kita inginkan dihadapan Tuhan.
Hal kedua adalah mengupayakan apa yang kita inginkan dengan sepenuh hati. Selalu ada hambatan dan tantangan, namun jika kita terus teguh mengupayakan, kita akan memperoleh hasil. Tantangan dan hambatan selalu ada di setiap jalan hidup kita. Kegigihan kita dalam berjuang ketika mengupayakan keinginan adalah nilai lebih hidup kita. Semoga hidup kita semakin berarti. ***
Semangat para pemain Spanyol itu mengingatkan kita kepada tim bulutangkis putri Indonesia ketika bertanding dalam perebutan piala Uber. Mereka bukanlah tim yang diunggulkan, secara materi pemain, mereka jauh dibawah yang lain. Namun semangat tidak mau menyerah yang dipompakan Susi Susanti, sungguh membuahkan hasil. Selama pertandingan belum dimulai-dan belum berakhir, peluang masih sama. Perbedaan peringkat bukanlah penghadang. Hasilnya mereka meraih medali perak, suatu raihan yang diluar perkiraanbanyakorang.
Gigih. Itulah sedikit gambaran mengenaisemangat mereka. Gigih adalah sikap tidak mau menyerah untuk memperoleh sesuatu yang diinginkan. Sikap gigih ini mesti meresapi seluruh kehidupan manusia, juga dalamhubungannya dengan Tuhan. Semangat yang gigih muncul ketika seseorang tahu apa yang ia inginkan. Sekali lagi, juga kaitannya dengan Tuhan.
Apakah yang kita inginkan dari Tuhan? Seberapa gigih kita memperjuangkannya? Belajar tentang kegigihan, kita bisa meniru Bartimeus. Pengemis buta yang dengan gigih memperjuangkan keinginannya kepada Tuhan.
Dia memiliki keinginan yang kuat, yaitu kesembuhan. Ketika mendengar Yesus lewat ia berseru-seru agar diperhatikan. Waktu itu ada banyak orang ada di sekitar Yesus (waktu itu Yesus sangat terkenal, maka di mana pun Ia berada, senantiasa dikelilingi banyak orang). Tentu kehadiranseorang pengemis yang berteriak-teriak menggangu kenyamanan mereka.
Mereka meminta agar Bartimeus tidak berteriak-teriak, namun semakin dilarang pengemis buta ini semakin keras berteriak. Pada akhirnya Yesus mendengar seruannya. Ia meminta agar orang buta itu dibawa kepada-Nya.
Setelah bersua, Yesus bertanya apa yang diinginkan oleh Bartimeus. Dengan tegas pengemis buta itu mengungkapkan keinginannya. “Saya ingin dapat melihat”. Yesus mengabulkan permohonan pengemis buta tersebut.
Bartimeus gembira bukan kepalang. Setelah permintaannya dikabulkan,setelah ia mampu melihat lagi, ia langsung mengucap syukur dan memuliakan Tuhan.
Apa yang bisa kita pelajari? Kerapkali kita tidak pernah mengetahui apa yang kita inginkan dari Tuhan. Akibatnya kita tidak bisa mengupayakannya. Bagaimana mungkin kita akan mengupayakan sesuatu jika kita tidak tahu apa yang kita inginkan. Maka hal pertama yang mesti kita miliki adalah tahu apa yang kita inginkan dihadapan Tuhan.
Hal kedua adalah mengupayakan apa yang kita inginkan dengan sepenuh hati. Selalu ada hambatan dan tantangan, namun jika kita terus teguh mengupayakan, kita akan memperoleh hasil. Tantangan dan hambatan selalu ada di setiap jalan hidup kita. Kegigihan kita dalam berjuang ketika mengupayakan keinginan adalah nilai lebih hidup kita. Semoga hidup kita semakin berarti. ***
Label: motivasi

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda