Rabu, 10 September 2008

HaRaPaN

Ada banyak hal bagus di dunia ini. Namun tidak semua yang bagus itu baik. Ada banyak hal baik di dunia ini. Namun tidak semua yang baik itu akan bertahan lama, bahkan abadi. Banyak hal baik yang sifatnya sementara saja. Hilang bersama berlalunya waktu. Di antara sekian banyak hal baik ada beberapa yang tahan lama. Salah satu hal baik yang tidak akan hilang ditelan perubahan zaman adalah pengharapan.
Hope is a good thing, maybe the best of thing, and no goodthing ever dies. Demikian dikatakan Shawshank Redemtion. Tentu saja pengharapan juga memiliki tingkatan, mulai yang sederhana hingga yang kompleks. Dari yang bersifat ragawi-bendawi hingga yang bersifat jiwani-rohani.
Setiap anak memiliki harapan yang besar bahwa orang tuanya akan memberinyaoleh-oleh jika mereka bepergian. Harapan bahwa ia akan mendapatkan oleh-oleh membuat anak-anak rela ditinggal pergi,entah kepasar atau ke tempat lain. Harapan itu memunculkan kegembiraan.
Setiap petani senantiasa memiliki pengharapan bahwa ia akan memanen hasil tanam dengan gembira. Meskipun ia tidak berkuasa mengatur jalannya hujan dan badai, para petani senantiasa memiliki pengharapan bahwa tanaman yang diolahnya akan membuahkan hasil yang baik. Pengharapan itu membuat para petani terus bekerja mengupayakan tanah. Membuat hidup mereka bahagia.
Anak-anak mampu berharap karena bisa membayangkan oleh-oleh yang akandiberikan oleh orangtuanya. Para petani bisa berharap karena mampu membayangkan hasilpanen yang akan diperoleh. Bagaimana jika mereka tidak mampu membayangkan hasil dari yang diharapkan? Masihkah mereka berani berharap jika tidak mampu membayangkan apa-apa dari yang diharapkan?
Jika ada yang menaruh harapan kepada sesuatu yang sulit dibayangkan, tentu harapan itu bukan berkaitan dengan kebutuhan badani. Pastilah berkaitan dengan sesuatu yang lebih rohani. Diperlukan dasar yang sangat kuat untuk memiliki pengharapan seperti itu.
Rasul Paulus mengatakan bahwa segala hal baik di dunia ini akan lenyap. Hanya tinggal tiga hal yang tidak akan hilang. Iman, pengharapan, dan cinta. Harapan membuat seseorang mampu tegak berdiri meski ada badai menerjang. Sekali lagi pertanyaan yang mesti diajukan adalah, apakah dasar untuk berharap itu?
Harapan yang kuat biasanya berkaitan dengan janji Allah. Percaya bahwa janji Allah akan terlaksana membuat seseorang mampu menggantungkan harapan, meskipun ia tidak mampu membayangkan hasil yang akan dicapai. Dasar harapan itu adalah keyakinan bahwa Tuhan tidak akan ingkar janji.
Abraham mau meninggalkan kampung halamannya untuk pergi ke tempat yang tidak pernah ia ketahui, hanya karena memiliki harapan bahwa Tuhan akan memenuhi janjinya. Harapan akan adanya hidup kekal yang telah dijanjikan Yesus membuat banyak orang rela menderita bahkan mati demi Yesus.
Keyakinan bahwa harapan itu akan terpenuhi tidak membuat mereka yang memiliki berharap terus lepas tangan. Mereka tidak diam menunggu, mereka aktif ikut membangun dunia yang lebih baik. Ada satu ungkapan yang begitu hebat dari mereka yang menaruh seluruh harapannya kepada Yesus. “Kita masih bisa berharap meskipun tidak ada lagi harapan untuk berharap.” Bingung? Tidak usah bingung. Berharap saja.

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda