Jumat, 19 September 2008

SERIGALA

Ada ungkapan serigala berbulu domba. Itu untuk menggambarkan orang yang penampilan luarnya baik dan santun tetapi sebenarnya ia jahat dan kejam. Orang-orang seperti itu memang banyak kita jumpai dalam masyarakat: Ada dokter berpakaian putih bersih tetapi tega berbisnis obat atau praktik yang tidak benar, ada perempuan berpenampilan anggun dan rupawan tetapi tega mengambil uang orang, dst.
Ungkapan di atas mestinya diimbangi dengan ungkapan ada domba berbulu serigala. Apakah ada domba yang dikira serigala? Pasti ada!!! Misalnya teman saya, dia seorang pastor yang baik, rendah hati, suka menolong, dan rajin. Meski demikian, jika orang bertemu dengan dia tak akan bisa langsung mengatakan bahwa dia pastor. Kerapkali, bahkan hampir selalu ia dikira preman. Karena wajahnya yang sangar, penampilannya yang jarang rapi, rambutnya yang gondrong, dst.
Rupanya penampilan luar seseorang itu mempengaruhi penilaian masyarakat. Masyarakat akan dengan mudah menghakimi seseorang sebagai preman hanya karena baju yang dikenakan, rambut yang kurang tersisir rapi, wajah yang sangar, dst. Sebaliknya orang akan memuji seseorang dengan predikat santun hanya karena bajunya rapid an necis, berparfum, rambutnya dipotong rapi, bicaranya santun, dst. Tetapi apakah mereka bisa melihat yang dibalik penampilan luar itu? Mungkin kita termasuk salah satu orang yang mudah menghakimi orang lain hanya berdasar penampilan luarnya saja. Sebaliknya kita tidak pernah menilai diri kita sendiri berdasar penampilan kita. Bisa jadi kita sebenarnya orang yang sangat jahat, hanya saja kita berlindung di balik penampilan yang rapi jali.
Bagaimana kita bisa membedakan mana yang serigala sungguhan dan mana yang domba sungguhan? Caranya adalah jangan cepat menghakimi seseorang sebagai domba atau serigala. Jangan mudah terkecoh hanya karena penampilan luar semata. Hanya karena seorang pria itu rambutnya gondrong dan memakai anting-anting langsung kita katakan preman. Atau sebaliknya, hanya karena penampilannya rapi dan necis, kita akan mengatakan dia anak baik, bahkan santun dan (maaf)suci!
Untuk bisa menilai seseorang itu serigala atau domba bisa kita mulai dari diri sendiri. Apakah penampilan kita sungguh menampakan diri kita yang sebenarnya. Apakah pakaian putih kita sungguh telah mencerminkan hati kita yang bersih. Jangan-jangan kita berpakaian putih tetapi hati kita belang-belang. Jika ternyata hanya penampilan kita yang seperti domba sedangkan hati kita serigala janganlah menuduh orang lain sebagai serigala.
Memang menuduh orang lain lebih mudah, karena cacat kecil saja yang terdapat dalam diri orang lain akan nampak. Sedangkan cacat kita yang fatal sekalipun tidak akan mudah kita lihat. Bersihkan dahulu balok yang ada dalam matamu baru bantulah membersihkan debu yang ada di mata saudaramu.
Untuk melengkapi catatan saya di atas, baiklah jika di sini saya kutipkan teks dariKitab Suci.
Matius 7:1-5
"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

Label: